Heboh soalan “Resign”, takutkah?!

Takutlah kepada Allah…

Takutlah kalau hidup tidak bahagia..

Takutlah jika hidup banyak penyakit…

Takutlah kalau hidup penuh kekawatiran…

Saya sendiri pelaku resign di 2 kampus besar nan ternama tanah air…

Sebagai dosen muda yang diproyeksikan, dosen tetap (bukan kontrak apalagi honor), kader dosen yang amat diharapkan, ditawari jabatan struktural namun saya memilih tidak menerima.

Di saat saya dielu²kan, di atas angin, konon punya status sosial, dan sederet buah duniawi lain.

Di saat itu pula saya resign.

Tidak perlu kawatir kawans, yang paling penting, anda sehat dulu, bisa tersenyum setelah itu jangan lupa tetap bahagia.

Ingatlah isyarat hadist Nabi,

“Hari dimana anda terbangun, dalam keadaan sehat, tiada hutang dan tiada bermusuhan, serta ada makanan untuk hari itu saja, sejatinya anda sudah mendapatkan dunia dan seisinya, bahkan lebih dari itu semua.”

Kalau masih takut resign, saran saya tidak perlu dipaksakan, apalagi sibuk minta pendapat para ustadz hanya untuk membenarkan kelemahan anda atau sekedar mencari dukungan.

Alhasil terjadilah kegaduhan di medsos, saling bandingkan jawaban dan kualitas para ustadz, kasihan mereka jadi kambing hitam dan bualan lantaran kegelisahan anda.

Cukuplah Allah sebaik-baik pendukung dan yang membenarkan anda.

——

Kata-kata perpisahan saya kepada bapak pimpinan:

“Pak dekan, uang bisa sembarang dicari, tapi tidak dengan kebahagiaan?!”

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *