Manusia paling berakal…

Suatu ketika dalam sebuah majlis di bilik masjid Al Azhar Kairo, beliau pernah bertutur:

“Al ‘Ilmu hena musy henak”

“Ilmu itu ada di sini (talaqi di masjid), bukan di sana (seraya menunjuk ke kampus Al Azhar)

Padahal waktu itu beliau masih menjabat sebagai rektor Univ. Al Azhar Mesir, dan posisi masjid dengan kampus berdampingan.

Beberapa tahun setelahnya beliau menggantikan guru kami Syeikh Muhammad Sayyid Thantawi rahimahullah sebagai Grand Syeikh Al Azhar, salah satu jabatan paling bergengsi di muka bumi.

Tidak sembarang orang bisa menjadi Grand Syeikh kecuali manusia paling berakal yang dipilih oleh manusia-manusia berakal lainnya. Masa jabatannyapun seumur hidup.

Hafal qurankah?

Tidak perlu ditanyakan lagi, umumnya para masayikh hafal sedari kecil.

Maka tak heran jika ada pertanyaan kecek-kecek seraya membandingkan Islam Arab dengan Islam kebanggaannya yang konon “merasa lebih benar” dengan Islam di Arab saat ini.

Tentu sangat mudah sekali jawabannya, tanpa tendesi, sensi apalagi pembenaran atas bangsa Arab itu sendiri.

“Allahu a’lamu haitsu yaj’alu risaalatah”

Inilah seindah-indah jawaban dari sang maha guru.

Al faqir….

Bandung, 9 Mei 2018

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *