Makna Lailatul Qadar

Lail itu artinya malam. Sedangkan qadar punya banyak sekali makna dan muncul berkali-kali dalam Al-Quran, dengan makna yang berbeda-beda, tergantung siyaq-nya.

a. Kemuliaan

Penggunaan kata al-qadaru yang merujuk pada makna kemuliaan dapat dijumpai pada ayat berikut :
وَمَا قَدَرُواْ اللّهَ حَقَّ قَدْرِهِ
Mereka itu tidak memuliakan Allah dengan kemuliaan yang semestinya(QS. Az-Zumar : 67)

Malam Qadar dipahami oleh sebagian ulama sebagai malam mulia tiada bandingnya. Malam itu mulia karena terpilih sebagai malam turunnya Al-Quran.

b. Kadar atau Ukuran

Di dalam ayat lain muncul kata qadar dengan makna kadar atau ukuran.

وَالَّذِي نَزَّلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً بِقَدَرٍ
Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar (ukuran). (QS. Az-Zukhruf : 11)

c. Menyempitkan Rejeki

Penggunaan istilah al-qadaru dengan makna kesempitan (التضييق) bisa kita temukan dalam ungkapan Al-Quran berikut ini :

اللّهُ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاء وَيَقَدِرُ
Allah melapangkan rezeki yang dikehendaki dan mempersempit. (QS. Ar-Ra’d : 26)

وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ
Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku”. (QS. Al-Fajr : 16)

Para ulama yang memahami salah satu maknanya adalah kesempitan, karena banyaknya malaikat yang turun ke bumi, sehingga bumi menjadi sempit. Juga antara lain karena sempitnya kemungkinan untuk bisa menetapkan kapan jatuhnya malam itu, mengingat Allah SWT dan rasul-Nya terkesan agak merahasiakannya.

d. Waktu Yang Ditentukan
فَلَبِثْتَ سِنِينَ فِي أَهْلِ مَدْيَنَ ثُمَّ جِئْتَ عَلَىٰ قَدَرٍ يَا مُوسَىٰ
maka kamu tinggal beberapa tahun diantara penduduk Madyan, kemudian kamu datang menurut waktu yang ditetapkan hai Musa, (QS. Thaha : 40)

إِلَىٰ قَدَرٍ مَعْلُومٍ
sampai waktu yang ditentukan, (QS. Al-Mursalat : 22)

e. Kemampuan

وَمَتِّعُوهُنَّ عَلَى الْمُوسِعِ قَدَرُهُ وَعَلَى الْمُقْتِرِ قَدَرُهُ
Dan hendaklah kamu berikan suatu mut´ah (pemberian) kepada mereka. Orang yang mampu menurut kemampuannya dan orang yang miskin menurut kemampuannya. (QS. Al-Baqarah : 236)

f. Menguasai

إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا مِنْ قَبْلِ أَنْ تَقْدِرُوا عَلَيْهِمْ ۖ فَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
kecuali orang-orang yang taubat (di antara mereka) sebelum kamu dapat menguasai (menangkap) mereka; maka ketahuilah bahwasanya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Maidah : 34)

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *