Tidak mau waktunya terbuang sia-sia; Imam Isham Al Balkhi pernah membeli sebuah pena dengan harga satu Dinar agar bisa segera menulis apa yang dia dapatkan ketika itu juga.
.
Satu Dinar itu sekitar 4,25 gram emas, Kalau dirupiahkan sekarang mungkin sekitar dua jutaan. Cukuplah untuk tambahan mahar bagi yang belum menikah.
.
Dulu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah memerintahkan seorang sahabat untuk membeli seekor kambing dengan memberinya satu Dinar. Karena kepintarannya, sahabat ini bisa membeli dua ekor kambing dengan satu Dinar. Namun secara umum bahwa standardnya adalah satu Dinar dapat satu ekor kambing bagus.
.
Satu pena seharga satu kambing?!
.
Tidak perlu heran, para ulama dahulu memang sering melakukan hal-hal “aneh” demi mendapatkan ilmu. Mereka rela mengorbankan apa saja, bahkan ada yang rela menjual pakaiannya karena sangking sibuknya dengan ilmu.
.
Zaman sekarang mungkin ada yang membeli pena dengan harga puluhan juta, namun pena itu biasa digunakan untuk yang formal saja seperti tanda tangan, atau hiasan dll. Jarang, atau bahkan tak ada kalau pena yang mahal itu digunakan untuk menulis catatan pelajaran apalagi pelajaran matematika.
.
Biasanya, kalau untuk belajar sehari-hari, yang dipakai adalah pena yang harganya ribuan seperti “Pilot”, atau paling mahal ratusan ribu, itu pun jarang.
.
Apa yang dilakukan ulama di atas, tidak lain adalah bentuk perhatian mereka terhadap waktu, karena mereka paham betul bahwa umur ini sangat pendek sedangkan ilmu itu banyak.
.
Jiwa-jiwa inilah yang seharusnya kita contoh, rela mengorbankan harta demi ilmu dan agama; karena itu semua kelak akan menjadi buah manis yang siap dipetik kapan saja, baik di dunia maupun di akhirat sana.
.
Fitra Hudaiya NA حفظه الله

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *