Kisah ini terjadi pada Imam As-Sariyy, beliaulah yang mengucapkan “Alhamdulillah” namun setelah itu beliau banyak beristighfar meminta ampun atas ucapan beliau itu.
.
Lha kok bisa?
.
Di bawah ini kisah lengkapnya sebagaimana yang diuraikan oleh Imam Adz-Dzahabi rahimahumallah.
.
Berkata As-Sariy:
.
“Pernah suatu kali aku memuji Allah dengan mengucapkan Alhamdulillah. Lantas aku memohon ampun atas ucapan itu selama tiga puluh tahun”.
.
Dikatakan kepadanya, “Bagaimana itu bisa terjadi?”
.
Beliau berkata,
.
قَالَ: كَانَ لِي دُكَّانٌ فِيْهِ مَتَاعٌ، فَاحْتَرَقَ السُّوْقُ، فَلَقِيَنِي رَجُلٌ، فَقَالَ: أَبْشِرْ، دُكَّانُكَ سَلِمَتْ. فَقُلْتُ: الحَمْدُ للهِ، ثُمَّ فَكَّرْتُ، فَرَأَيْتُهَا خَطِيئَةً
.
“Ceritanya, aku punya toko yang di dalamnya terdapat barang. Tiba-tiba pasar terbakar, kemudian seseorang menemuiku seraya berkata ‘Bergembiralah, karena tokomu selamat’.
.
Kemudian aku berkata ‘Alhamdulillah’. Setelah kupikir-pikir, ternyata itu adalah sebuah kesalahan –yang menyebabkan aku beristighfar memohon ampun—.” (Siyar A’lam An-Nubala’ 12/185-186)
.
Allahu Akbar!
.
Sang Imam beristighfar karena _tahmid_ yang diucapkan saat saudaranya yang lain terkena musibah. Beliau khawatir gembira di atas musibah orang lain.
.
Lalu bagaimana dengan orang yang senang melihat orang susah dan susah melihat orang senang?
.
FATADABBAR!!
.
✒ Akhukum Fitra Hudaiya NA حفظه الله تعالى

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *