Jika anda dikatakan sebagai pemecah belah karena menegakkan al-haq, maka bergembiralah. Karena yang dituntut dari kita adalah memecah belah antara al-haq dan batil.
.
Misi inilah yang menjadikan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam disebut sebagai pemecah belah. Hal ini tergambar dalam perkataan Abul Walid ‘Utbah bin Rabi’ah kepada baginda;
.
فرقت به جماعتهم
.
“-Dengan al-haq itu- kau telah pecah belah jama’ah dan persatuan kaummu”
.
Mengapa misi ini sangat penting? Sebab, selamanya al-haq dan batil tidak akan pernah bersatu.
.
Tapi ingat, hak legalitas penetapan bahwa “ini haq dan itu batil” tidak dipegang oleh sekelompok orang tertentu. Karena jika hal ini dimonopoli oleh jamaah tertentu, tidak jauh kemungkinan akan mengatakan bahwa selain golongannya bukan al-haq. Dan itu terjadi!
.
Singkatnya, tidak mengapa dikatakan pemecah belah jika yang kita emban adalah sebuah kebenaran.
.
Namun, jangan menjadi pemecah-belah umat karena kepentingan dan ta’asshub; Karena Fir’aun juga memecah belah kaumnya menjadi berkelompok-kelompok, agar dia bisa berkuasa dan menindas mereka.
.
Allah berfirman: “Sungguh, Fir‘aun telah berbuat sewenang-wenang di bumi dan menjadi¬kan penduduknya *berpecah belah*” (QS. Al-Qashash [28]: 4)
.
Hati-hati dengan perpecahan yang terkadang semakin hari semakin parah, bisa jadi itu ulah para pengikut Fir’aun untuk menindas umat Islam.
.
Intinya, musuh Islam sangat senang dengan perpecahan yang ada, karena mereka tahu bahwa bersatunya umat Islam merupakan gerbang mereka menuju kehancuran.
.
Takbir!!!
.
✒ Akhukum Fitra Hudaiya NA حفظه الله تعالى

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *