Barangkali ada yang bertanya, bukankah di dalam Al-Quran ada ayat yang menyebutkan dosa syirik itu tidak diampuni?

Jawabnya memang benar ada ayat seperti itu, yaitu ayat berikut ini :
إِنَّ اللّهَ لاَ يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَاء
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari itu.” (QS. An-Nisa’ : 48)

Namun lagi-lagi harus kita pahami bahwa dosa syirik yang tidak bisa diampuni adalah dosa yang dibawa mati. Maksudnya sampai mati dosa itu belum dihapuskan dengan cara bertaubat. Sehingga di akhirat sudah tidak bisa lagi dihapus.

Lain halnya bila seseorang pernah menjadi orang musyrik, lalu dia bertaubat dan mati dalam keadaan sudah bertaubat. Tentu dosa syirik yang pernah dilakukannya akan diampuni. Buktinya adalah para shahabat nabi ridhwanullahi alaihim sendiri. Rata-rata mereka adalah para penyembah berhala di masa jahiliyah. Jelas perbuatan mereka itu syirik.

Tetapi mereka bertaubat dan masuk Islam, maka keislaman mereka menghapus dosa-dosa sebelumnya. Lalu mereka mendapat gelar sebagai orang-orang yang diridhai Allah. Padahal pernah jadi orang musyrik.

Wallahu a’lam bishshawab,
Ahmad Sarwat, Lc., MA

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *