Banyak orang terbuai dengan slogan di atas. Seolah ekonomi kita merosot lantaran kita semata tidak bayar zakat. Dan kalau zakat ditegakkan, pasti ekonomi kita maju.

Begitu lah kira-kira si penceramah membuat statemen. Sambil ngobrol usai ceramah, saya iseng tanya dan minta diberi contoh negara mana yang ekonominya maju gara-gara zakatnya terkelola dengan baik. Dia diam sambil berpikir keras. Akhirnya dia bilang, wah saya belum sempat melakukan penelitiannya.

Hehe, belum meneliti kok sudah bikin kesimpulan?

Yah, ini kan cuma untuk menyemangati jamaah biar gemar berzakat saja. Begitu cara si penceramah itu ngeles.

Apa benar gara-gara tidak berzakat, lantas ekonomi kita terpuruk?

Kita buktikan bersama ya. Bila diukur dari PDB berdasarkan PPP dalam lam hal ini, GDP China adalah US$ 23,19 triliun melebihi PDB AS sebesar US$ 19,42 triliun.

Negara dengan ekonomi kayak itu antara lain USA dan China di nomor depan, setelah itu ada Jerman, Jepang dan Inggris.

Coba deh lihat, kemajuan kelima negara itu apa gara-gara mereka berzakat? Zakat dari Hongkong, muslimnya saja minoritas.

So, tidak usah main paksa gitu. Percaya deh bahwa syariat zakat diturunkan Allah kepada kita bukan untuk kepentingan yang muluk-muluk gitu. Pokoknya ikuti saja para fuqaha dalam menetapkan mana harta yang kena kewajiban zakat, lalu bayarkan.

Sedangkan yang tidak terkena zakat, tidak usah sok tahu lalu main paksa mewajib-wajibkan hal-hal yang tidak ada teks syariahnya.

Jangan paksa silet untuk menebang pohon kelapa. Meski silet itu tajam, tetap saja kapak dan gergaji lebih cocok untuk menebang pohon kelapa.

Ahmad Sarwat, Lc., MA

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *