Ingat Allah dalam segala apapun.
Termasuk saat pilkada dan pilpres. Jangan dipikir tidak ada Allah. Jangan sampai tidak ingat Allah. Jangan sampai hanya mikir kampanye, usaha, dll.

Karena Allah-lah yang Maha Memberikan kekuasaan

قُلِ اللَّهُمَّ مَالِك الْمُلْكِ تُؤْتِى الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَ تَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَ تُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَ تُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ‏ِ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
“Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” Q.S Ali Imran:26

Kita ciptaan Allah, maka latih mulai sekarang: tiap pikir jadi dzikir.

Orang Islam yang berdosa biasanya ditutup dulu aibnya sama Allah supaya bisa taubat. Tidak ada yang jago menyembunyikan maksiat. Yang ada cuma 1: Allah masih menutupi, dibuka aibnya oleh Allah, atau suul khotimah.

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُت

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” (Muttafaq ‘alaih)

Pilihannya hanya ada dua: berkata baik atau diam. Bicara terkuat bukan dengan kata-kata melainkan dengan akhlak dan perbuatan.
Tidak usah memaksakan kelihatan pintar, hebat, dan serba tahu, yang penting tahu dan benar-benar mendalam. Tidak usah dipamerkan.

KH. Abdullah Gymnastiar

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *