Tingkat kemelekatan (dan kesakitan ketika barang/makhluk itu ditarik) berbanding lurus dengan menyekutukan benda/makhluk tersebut dengan Allah. Aa selalu dinasihati oleh guru Aa: pantangan terbesar adalah jangan berharap pada makhluk.
Oleh karena itu Sahabat periksa diri: jangan sampai terlalu banyak memikirkan selain Allah.

Muhasabah: apa saja yang selama ini melekat, gempur dengan istighfar dan dzikrullah.
Harus ada mujahadah untuk itu.

Berdo’alah :
“Allahumma innaa na’udzubika min annusyrika bika syay’an na’lamahu wa nastaghfiruka limaa laa na’lamuhu”
(Ya Allah kami berlindung pada Engkau dari syirik terhadap Engkau yang kami sadari, dan kami memohon ampun dari sesuatu yang kami tak ketahui)

“Ya muqollibal quluub tsabbit qolbi ‘alaa diinik”
(Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu).

KH. Abdullah Gymnastiar

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *