Sebab, ‘umrah seyogyanya bukan semata menikmati kekhusyu’an bersunyi & kesyahduan tempat suci. Ia harus jadi pengisian bekal juang. Maka membayar biayanya moga tak mengurangi kepedulian pada yang susah & terbencana; bahkan menambah gelora tuk terus berbagi.

Maka ‘umrah semoga menjadi penguat keyakinan bahwa rizqi Allah tak terkurangi oleh ibadah yang ditunai & infaq yang ditebar. Juga menjadi pengokoh semangat berkorban menghayati napak-tilas syiar keluarga Ibrahim; “Allah takkan sia-siakan ‘amal & iman.” Pula menjadi langkah-langkah tersesapnya cinta & keteladanan dari perjuangan Sang Nabi ﷺ & para Sahabat dalam Sirah Nabawiyah. Hingga ia benar-benar menjadi saat-saat mesra mengambil cinta dari langit untuk ditebarkan ke bumi.

Semoga ‘umrah kita mabrurah; bertamu pada Allah, menyusuri senyum & airmata Rasulullah ﷺ. Bukan cuma menikmati mengunjungi tempat dan bulan suci; melainkan menyucikan ruhani & membersihkan hati. Lalu pulang dengan ibadah indah; taat berlipat; dakwah tumpah; jihad melesat; sedekah meruah; ihsan meningkat.

oleh Salim A. Fillah dalam Motivasi, Rajutan Makna.

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *