Diriwayatkan bahwa Rabi’ bin Sulaiman Al-Murādi rahimahullah agak lambat dalam memahami pelajaran; Bahkan Imam Syafi’i pernah menjelaskan satu masalah berulang-ulang sebanyak empat puluh kali, akan tetapi Rabi’ belum juga paham dan akhirnya ia bangun dari majlis dalam keadaan malu.
.
Dalam kesepian, Imam Syafi’i memanggil Rabi’ dan mengajarinya terus menerus sampai ia paham.
.
Pada suatu hari, Imam Syafi’i pernah berkata kepadanya:
.
يا ربيع لَو أمكننى أَن أطعمك الْعلم لأطعمتك
.
“Wahai Rabi’, Jika seandainya aku bisa menyuapimu ilmu layaknya makanan, maka akan kusuapkan ilmu itu kepadamu” (lht. Thabaqat Syafi’iyah Kubra)
.
Wajarkan, kalau air mata menetes membaca kisah ini?! Begitu erat ikatan batin antara seorang guru dan murid. Semoga Allah Ta’ala merahmati Imam Syafi’i; beliau bukan hanya panutan dalam ilmu, melainkan panutan dalam akhlak dan kasih sayang.
.
Barakallahu fiikum
.
Akhukum Fitra Hudaiya NA حفظه الله
(Cairo, 21 Dzulhijjah 1439)

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *