Satu hari Sahabat Nabi Saw yang bernama Anas bin Malik r.a. bertanya kepada Rasulullah Saw. ” Wahai Rasulullah adakah sesutu amalah yang tidak pernah engkau sampaikan selain kepadaku yang menyebabkan aku masuk kedalam Syurga? Nabi Saw menjawab: Katakanlah ” Aku Beriman kepada Allah kemudian hendaklah ISTIQOMAH”

Kita telusuri perjalanan hidup ini. Ada seseorang yang berprestasi, nilai akadamik bagus, tapi tak sukses dalam menjalani hidup. Karena tak ISTIQOMAH dalam menghadapi kesulitan, kepahitan, dan penderitaan.

Sukses bukan jangka pendek, tapi jangka panjang.

Jadi kesulitan, kepahitan, dan penderitaan akan menjadi asset utk pengembangan diri, ulet dan sabar, dalam tekanan,

sehingga tumbuh keyakinan kpd Allah.

dan mengundang curahan Rahmat Allah.

Milikilah iman, keyakinan kepada Allah dan istiqomah dalam ibadah dan akhlak mulia.

Jangan sampai ibadah dan amal baik kita tidak berdampak kepada perubahan diri menjadi lebih baik.

yang paling membahayakan diri kita adalah sifat buruk yang tidak kita sadari seperti serakah dalam setiap keinginan, jangan sibuk menguntungkan diri tapi untungkanlah orang lain, nikmati MENGALAH dan memberikan yang terbaik.

Kebaikan itu membahagiakan.

Dan bahagia itu disaat hati kita lapang dalam segala keadaan.

Disaat sempit pasti akan datang saatnya lapang.

Disaat sulit pasti akan datang saatnya kemudahaan.

Disaat jauh pasti akan datang masanya dekat.

Disaat sedih pasti akan datang masanya gembira.

Disaat resah gelisah pasti akan datang masanya rasa nyaman

Disaat gelapnya malam pasti akan datang terangnya siang.

Ustadz Ahmad Ramdhani

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *