Semua yang mengerahkan apapun yang dimampuinya untuk dakwah ini adalah da’i dalam segala maknanya. Bahkan semut yang memperingatkan kaumnya dari pasukan Sulaiman adalah da’i. Bahkan Hud-hud yang melaporkan Negeri Saba’ penyembah mentari pada putra Dawud adalah da’i. Bahkan anjing yang menyertai Ashhabul Kahfi adalah da’i.

Maka pernah saya katakan pada kawan-kawan remaja Masjid, apapun hobi kalian; jadikanlah ia bagian dari dakwah. Sebagian mereka mengernyit, “Hobi bisa buat dakwah?”

Saya katakan ya, dan saya tunjuk salah satu untuk ditanya, “Apa hobi kamu, Dik?” Dia menjawab sambil terkekeh, “Kebut-kebutan.”

Saya sambut, “Masyaallah, betapa bermanfaatnya hobi ini untuk dakwah.” Mereka tergelak mengira saya bercanda. “Kamu cocok jadi Sie Transportasi. Tugasnya menjemput para Ustadz yang sering telat mengisi kajian.”

Dan mereka tertawa sembari manggut-manggut. Ya, apapun hobi Anda; kulineran, naik gunung, futsal, bulutangkis, membaca, desain grafis, memotret; semua sangat dihajatkan oleh dakwah ini. Mari dharmabaktikan semuanya untuk membawa diri dan sesama menuju ridhaNya. Bukankah ini tantangan yang #mncrgknskl?

oleh Salim A. Fillah dalam Dakwah

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *