Ilmu tasawwuf memang termasuk ilmu yang rentan untuk dipalsukan, bahkan nama tasawuf seringkali dipakai untuk melegitimasi sihir dan perdukunan. Sehingga saking seringnya ilmu ini dipalsukan, seolah-olah tasawwuf menjadi identik dengan segala bentuk sihir, khurafat, syirik dan bid’ah.

Untuk membedakan ilmu tasawuf yang benar atau yang telah dipalsukan, bisa ditengarai dengan melihat beberapa cirinya, antara lain:

– Tidak melakukan hal-hal yang syirik kepada Allah SWT
– Tidak melakukan berbagai ritual aneh yang menjadibid’ah yang dhalalah, kecuali yang memang ada khilaf di dalamnya
– Tidak berbentuk ilmu-ilmu ghaib, kanuragan, kedigjayaan dan sejenisnya.
– Tidak mengajarkan hal-hal yang bertentangan dengan larangan syariah Islam, dari semua sisinya
– Tidak keluar dari koridor hukum syariah Islam yang mu’tabar.

Wallahu a’lam bishshawab,
Ahmad Sarwat, Lc., MA

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *