Seseorang yang menjadi korban serangan sihir, tentu saja tidak berdosa. Dan apabila dia sampai tidak sadarkan diri karena kesurupan, di mana seluruh instruksi otaknya tidak berfungsi, karena telah dikuasai oleh syetan, maka hukumnya seperti hukum orang yang tidak sadarkan diri.

Adapun bila bukan bentuk kesurupan yang menghilangkan kesadaran, lalu yang bersangkutan melakukan bentuk dosa tertentu, seperti zina dan maksiat lainnya, tentu saja dia tetap berdosa. Meski karena hasil pelet atau guna-guna.

Orang seperti ini harus dibebaskan dari pengaruh sihir syetan ini. Dan untuk menangkalnya, tidak boleh lewat sihir juga. Termasuk tidak boleh dengan menggunakan jasa dukun atau orang pintar atau pemburu hantu. Satu-satunya cara yang dibenarkan dalam syariat adalah cara yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Yaitu dengan ruqiyah masyru’ah yang bebas dari praktek dan trik sihir.

Penangkal yang utama adalah masalah pembentengan diri dari godaan syetan. Caranya adalah dengan memurnikan pemahaman aqidah kita kepada Allah, bersih dari beragam noda syirik. Pembenahan aqidah dan cara pandang yang shahih terhadap agama Allah SWT ini sangat menentukan kekuatan benteng pertahanan. Juga dengan meningkatakan kualitas kedekatan jiwa seseorang kepada Sang Pencipta, yang direalisasikan dengan aplikasi syariat Islam secara total dan benar, sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dan salafus-shalih.

Benteng lainnya adalah menjaga diri dari segala bentuk dosa dan maksiat, seperti menjaga pandangan, menutup aurat, tidak bercampur baur laki-laki dan wanita yang bukan mahram, tidak memakan harta haram atau hasil riba, atau harta anak yatim, atau harta syubhat yang tidak jelas hukumnya.

Setelah semua itu, barulah pembentengan dengan bacaan ayat Al-Quran atau lafadz-lafadz ma’tsur (yang diwariskan) dari Rasulullah SAW lewat jalur sanad yang shahih. Atau dengan beberapa contoh praktek yang memang pernah beliau ajarkan saat menangkal atau mengusir syetan dan sihir.

Khalifah Umar bin Al-Khattab ra diriwayatkan sebagai seorang dengan kepribadian yang sangat konsekuen dengan syariat Islam. Bahkan seringkali dari otak beliau muncul ide-ide yang seolah mendahului turunnya ayat Al-Quran. Para syetan tidak sampai dibacakan ruqyah oleh beliau, bahkan baru mendengar kedatangannya, mereka sudah lari ketakutan. Tidak mau berurusan dengan sosok beliau.

Ustadz Ahmad Sarwat, Lc., MA

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *