Dalam kasus seperti ini disyariatkan agar melaksanakan shalat sunnat Rawatib (Qabliyah), sudah tercakup di dalamnya shalat Tahyatalmasjid. Sama halnya jika seseorang masuk ke dalam masjid, ia dapati shalat wajib sedang dilaksanakan, maka ia langsung ikut menyertai shalat wajib bersama imam, tidak perlu lagi shalat Tahyatalmasjid, berdasarkan hadits: “Apabila shalat wajib dilaksanakan, maka tidak ada shalat lain kecuali shalat wajib”. Hadits riwayat Muslim dalam Shahihnya.
Karena tujuannya adalah agar seorang muslim tidak duduk di dalam masjid hingga ia melaksanakan shalat yang mungkin untuk ia laksanakan. Apabila ia mendapati shalat yang dapat menempati shalat Tahyatalmasjid, maka itu sudah mencukupi, seperti shalat Wajib, shalat Rawatib, Shalat Kusuf (Gerhana Matahari), atau sejenisnya. [Dikutip dari Acara Nur ‘Ala ad-Darb].

(Sumber: Majmu’ Fatawa wa Maqalat Ibn Baz, juz.11, hal.204).

Ustadz Abdul Somad

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *