Ujian yang diceritakan dalam surat Al-Kahfi adalah ujian ilmu. Di dalam berilmu, kita perlu kesabaran. Di dalam berilmu, kita perlu ke-istiqamah-an. Di dalam berilmu, kita perlu memenuhi janji. Di dalam berilmu, kita perlu berprasangka baik. Itu yang kita tangkap dari kisah Khidir dan Musa ‘Alaihissalam. Dan di dalam ilmu, maka siapa pun bisa menjadi guru kita.

Sesungguhnya Khidir denga Musa tentu saja Musa lebih “afdhal.” Seorang Nabi besar, ulul azmi, dari Bani Israil, menjadi pembimbing utamanya. Tapi oleh Allah ﷻ, Allah perintahkan Musa untuk berguru kepada seorang yang kemudian, bahkan baru kita kenal juga di surat Al-Kahfi ini saja.

Maka, jangan puas dengan ilmu yang sudah ada pada kita. Teruslah menuntut ilmu.

اُطْلُبُوا العِلْمَ مِنَ المَهْدِ إِلى اللَّحْدِ

“Carilah ilmu dari buaian sampai ke liang lahat.”

oleh Salim A. Fillah dalam Motivasi

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *