Lebih dari Itu

Ya akhi fillah..di sini bukan tempatnya anda belajar ikhlas kepada para pesohor, pun kepada sosok yang anda jadikan panutan.

Namun belajarlah kepada mereka yang menjadikan medsos sarana menahan diri untuk tampil dan terkenal.

Ya akhi fillah…

Dahulu, orang-orang rela meninggalkan tanah suci demi menjaga keikhasan.

Apa ada tanah di muka bumi yang lebih suci dari tanah haram yang dijamin keberkahannya?

Ya akhi fillah…

Dahulu, ada orang yang rela memupuskan harapannya untuk bertatap muka dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan lebih memilih ibunya yang sedang menunggunya.

Apa ada wajah manusia yang lebih mulia dari wajah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallama wa baraka wa an’am?

Ya akhi fillah..

Dahulu, ada orang yang beramal sholeh tanpa pamer sedikitpun selama hidupnya, kecuali kematianlah yang menjadikan dikenal karena putus kebaikannya.

Apa ada kematian yang lebih indah dari hati-hati yang terjaga?

Ya akhi fillah…

Betapa banyak kisah terdahulu, mereka lebih sangat rajin berbuat kebajikan, beribadah dan terus memperjuangkan agama yang hanif ini…

Namun mereka masih sangat kawatir amalan mereka tertolak di hadapan Robbnya…

Apa ada generasi yang rasa takutnya kepada Allah Ta’ala melebihi generasi salaf yang sangat pandai merahasiakan amalannya?

Ya akhi fillah….

Berhentilah hidup dengan sibuk memamerkan aneka kebanggaan, apalagi ritual keagamaan.

Karena kunci sukses seorang hamba ada di ujung penantiannya..

Tidakkah anda memperhatikan, rahasia husnul khatimah seseorang melainkan adanya amalan kebajikan yang terus dirahasiakan semasa hidupnya?!

Antara riya dan ikhlas itu beda tipis, lebih tipis dari lembaran kertas yang paling tipis dan kurang dari 1 cm.

Sungguh beruntung, orang yang Allah Ta’ala jadikan dirinya tidak terkenal, mati dan hidupnya tidak banyak diketahui.

Namun ternyata namanya begitu harum semerbak di penduduk langit dari tiap lapisnya yang jumlahnya jauh lebih banyak dari penduduk bumi.

Kenapa bisa demikian?

Karena dia adalah sosok yang dicintai Robb semesta alam, karena ketulusan dan kebersihan hatinya.

Ustadz Guntara

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *