Saudaraku, sesungguhnya tiap satu kali kita melakukan maksiat, maka ketika itu juga kita sedang menanam paku, duri, pecahan kaca, bayonet atau bambu runcing, persis di jalanan yang akan kita lalui. Dan, kita pasti akan menginjaknya, tidak akan meleset. Jadi, semakin kita banyak maksiat, semakin banyak kita menebar ranjau berbahaya yang pasti akan mencelakai diri kita sendiri. Na’udzubillahi mindzalik!

Oleh karenanya, jangan menyalahkan orang lain ketika kita merasakan penderitaan. Penderitaan tersebut datang pasti karena diundang oleh kezholiman diri kita sendiri. Masalahnya kita suka lupa akan hal ini. Setiap kali merasakan penderitaan, kita sibuk mencari kambing hitam, sibuk menyalahkan orang lain dan berat mengakui kesalahan diri sendiri. Padahal dalam ayat di atas jelas-jelas Alloh SWT. mengingatkan jika keburukan yang kita lakukan akan kembali pada kita.

Artinya, langkah terbaik ketika kita merasa menderita adalah segera introspeksi diri dan bertaubat, jangan pernah merasa suci dari dosa karena manusia memang tempatnya salah dan khilaf. Boleh jadi ada dosa yang lupa kita taubati, atau boleh jadi ada orang lain yang terzholimi oleh kita tanpa kita sadari.

Kemudian, iringi setiap taubat kita dengan berbaik sangka kepada Alloh SWT., bahwa setiap kemalangan yang menimpa kita itu tiada lain adalah bentuk kasih sayang-Nya kepada kita. Agar kita senantiasa ingat kepada-Nya, memohon perlindungan-Nya dan memperbaiki kualitas diri kita.

Saudaraku, ketika kita melakukan maksiat, tak ada satupun yang meleset untuk dicatat oleh malaikat. Setiap bagiannya akan diperhitungkan dan akan diberikan balasannya kepada kita. Berbuat maksiat itu seperti air minum, semakin diminum semakin haus, karena hukuman dari dosa itu adalah mudahnya berbuat maksiat yang lain. Oleh karenanya, marilah kita giatkan diri bertaubat dengan sungguh-sungguh. Semoga Alloh Swt. senantiasa membimbing kita dan memberikan kita kekuatan untuk istiqomah dalam ketaatan kepada-Nya.

KH. Abdullah Gymnastiar

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *