Berziarah ke kubur hukumnya sunnah, namun kalau tata laksana ziarah itu sampai membentuk sebuah ritual tawaf, tentu tidak bisa dibenarkan. Apalagi dengan niat untuk meminta sesuatu kepada ahli kubur itu. Jelas tindakan yang telah keliru besar. Sebab kita diharamkan untuk meminta kepada kuburan, atau kepada roh orang yang sudah wafat. Bahkan meski hanya sekedar menjadi tawassul sekali pun.

Kita belum pernah mendengar ada murid-murid beliau yang melakukan tawaf seperti itu. Imam Ahmad bin Hanbal, Imam Al-Bukhari, Imam Muslim, Imam Al-Ghazali, Imam An-Nawawi, Al-Mawardi, serta ulama-ulama besar lainnya yang berada di dalam barisan mazhab Asy-Syafi’i tidak pernah melakukan ritual seperti itu di kubur guru mereka.

Lalu mengapa tiba-tiba ada segelintir orang yang melakukan hal seperti itu? Apalagi yang bisa disebut kalau bukan sebuah kebodohan?

Tentu kita tidak bergembira melihat fenomena ini, justru kita sedih. Tanpa harus menyebut siapa yang melakukannya, kita berkewajiban untuk menjelaskan bahwa tindakan seperti itu bukan tindakan yang benar. Bertawaf di sekeliling kubur siapa pun, bahkan kubur nabi Muhammad SAW, adalah sebuah kekeliruan besar. Apalagi kalau sampai menganggapnya ritual ibadah, maka hukumnya bid’ah dhalalah.

Wallahu a’lam bishshawab,

Ustadz Ahmad Sarwat, Lc., MA

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *