Inti penjelasan Syaikh Shalih Al Ushaimi -hafizhahullah- bahwa kenapa ulama tetap mensyarah dan mengurai isi kandungan sebuah hadits padahal hadits itu dha’if menurutnya. Maka jawabannya adalah karena hal itu akan berguna bagi ulama lain yang menganggap bahwa hadits itu shahih. (Lht. Video di YouTube).

———-000000———–

Haditsnya dha’if tapi kenapa para ulama masih banyak juga yang menjelaskan atau mensyarahnya? 
.
Pernah bertanya-tanya tidak? Ini haditsnya dha’if tapi kenapa para ulama tetap saja menjelaskan maknanya bahkan setiap kata hampir dijelaskan secara detail? 
.
Misalnya ada hadits dha’if terdapat dalam sunan Tirmidzi, tapi para pensyarahnya tetap saja menjelaskan maknanya secara detail. Kan kalau pikiran simple atau logikanya: “Dha’if ya dha’if, tak perlu disyarah, kan gak terpakai juga, terlebih dalam masalah hukum”
.
Nah ternyata tak semudah itu: 
.
Jika hadits dha’if itu adalah berkenaan dengan targhib dan tarhib, fadhail a’mal dan tidak menyangkut halal haram maka kebanyakan ulama membolehkan untuk memakai hadits tersebut selama tingkat kelemahannya tidak parah-parah banget. Bahkan Imam Nawawi mengatakan dalam muqaddimah Arba’in Nawawiyah bahwa mengamalkan hadits dha’if dalam fadhail a’mal merupakan kesepakatan ulama walaupun anggapan ini perlu diteliti lagi, karena di sana ada juga ulama yang menolak hadits dhaif secara mutlak.
.
Jika dalam masalah penetapan hukum, halal haram, atau bagi ulama yang mutlak menolak hadits dha’if, mereka tetap menjelaskan isi haditsnya walaupun menurutnya dha’if; karena hal itu akan bermanfaat bagi yang menganggap bahwa hadits itu shahih.
.
Oleh karena itu, sudah berlaku kebiasaan ulama dari zaman dahulu yang mana mereka tetap menguraikan makna sebuah hadits, baik secara detail atau tidak, walaupun menurutnya derajat hadits itu dha’if.
.
Muncul pertanyaan: “Apakah ada hadits yang menurut ulama ini dhaif namun menurut ulama lain shahih?” 
.
Jawabannya: Ada.
.
Kita ambil contoh misalnya dalam masalah Shalat Tasbih. 
.
Banyak ulama yang menghukuminya dha’if seperti Imam Ibnul Jauzi, Imam Adz-Dzahabi dll.
namun banyak juga yang menghukuminya shahih. 
.
Syaikh Albani juga menghukumi bahwa hadits tentang shalat tasbih adalah shahih. (Shahih Targhib wa Tarhib, Shahih Abi Daud dll)
.
Itulah ijtihad ulama _rahimahumallāh wa jamī’al ulamā’ wa askanahum fasīha jannātih.
.
Wallahu A’lam.
.
Abu Abdirrahman Fitra Hudaiya NA حفظه الله

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *