Salah satu Nikmat yang Allah berikan adalah sarana komunikasi yang semakin canggih dan memudahkan tapi ini pun bisa menjadi fitnah bagi kita.

Nabi Muhammad Sallahu ‘Alaihi Wassalam, 14 abad yang lalu sudah mengabarkan : “Sesungguhnya menjelang datangnya kiamat akan bermunculannya qalam”.
Imam Ahmad qalam yang dimaksud dalam hadist di atas adalah “tulisan”.
Para Ulama menyebutkan bahwa tulisan / Al-Qalam itu adalah media Sosial.

Dengan adanya media sosial ini kita harus lebih beriman, karena media sosial itu bisa menjadi sarana dakwah, sarana berbuat keburukan dan sebagainya. Dengan medsos pun maksiat bisa menjadi bertingkat-tingkat.

Jadikan medsos itu untuk menambahkan Nikmat kepada Allah bukan untuk ajang maksiat.

Adab dalam Bermedsos adalah :

1⃣

 Membagi waktu dengan prorporsional

Islam menuntut kita untuk membagi waktu dengan proporsional, kita harus menjaga diri dari kelalaian waktu, karena dengan bermain media sosial kita bisa lupa dengan waktu.
Kisah Abu Darda sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mempersaudarakan antara Salman dan Abu Darda’. Tatkala Salman bertandang (ziarah) ke rumah Abu Darda’, ia melihat Ummu Darda’ (istri Abu Darda’) dalam keadaan mengenakan pakaian yang serba kusut. Salman pun bertanya padanya, “Mengapa keadaan kamu seperti itu?” Wanita itu menjawab, “Saudaramu Abu Darda’ sudah tidak mempunyai hajat lagi pada keduniaan.”

Kemudian Abu Darda’ datang dan ia membuatkan makanan untuk Salman. Setelah selesai Abu Darda’ berkata kepada Salman, “Makanlah, karena saya sedang berpuasa.” Salman menjawab, “Saya tidak akan makan sebelum engkau pun makan.” Maka Abu Darda’ pun makan. Pada malam harinya, Abu Darda’ bangun untuk mengerjakan shalat malam. Salman pun berkata padanya, “Tidurlah.” Abu Darda’ pun tidur kembali.

Ketika Abu Darda’ bangun hendak mengerjakan shalat malam, Salman lagi berkata padanya, “Tidurlah!” Hingga pada akhir malam, Salman berkata, “Bangunlah.” Lalu mereka shalat bersama-sama. Setelah itu, Salman berkata kepadanya, “Sesungguhnya bagi Rabbmu ada hak, bagi dirimu ada hak, dan bagi keluargamu juga ada hak. Maka penuhilah masing-masing hak tersebut.“

Kemudian Abu Darda’ mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu menceritakan apa yang baru saja terjadi. Beliau lantas bersabda, “Salman itu benar.” (HR. Bukhari)

Abu Darda pun di ingatkan oleh Nabi Muhammad agar bisa proporsional dalam waktu padahal Abu Darda keranjingannya dalam Ibadah.

“Tidaklah bergeser kedua kaki seorang hamba nanti pada hari kiamat, sehingga Allah akan menanyakan tentang (4 perkara:) (Pertama,) tentang umurnya dihabiskan untuk apa. (Kedua,) tentang ilmunya diamalkan atau tidak. (Ketiga,) Tentang hartanya, dari mana dia peroleh dan ke mana dia habiskan. (Keempat,) tentang tubuhnya, capek / lelahnya untuk apa.”

Apabila kita hanya bergabung dengan group yang tidak ada manfaatnya maka itu akan menguras waktu kita. Kita harus lebih selektif, mana group yang bisa bertahan dalam medsos kita dan mana yang harus dihapus.

Diantara tanda kebaikan islam bagi kita adalah “meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat baginya.”

“Salah satu tanda Allah berpaling dari kita adalah “ALLAH BIARKAN KITA SIBUK MENGURUSI HAL-HAL YANG TIDAK BERMANFAAT UNTUK KITA, KITA TIDAK ALLAH BERIKAN HIDAYAH & TAUFIK UNTUK BERBUAT KEBAIKAN.”

2⃣

 Tanamkan bahwa setiap apa yang kita lalukan di medsos akan di hisab oleh Allah Subhanahu Wa Taa’la Yakinkan dalam diri kita bahwa Malaikat akan selalu mencatat apa yang kita lakukan. Semakin banyak aktif tanpa manfaat maka akan semakin banyak pertanyaan Allah di yaumul Akhir kelak.

3⃣

 Ingat, manfaat apa yang diambil dari Media Sosial
Saat kita buka medsos ingat “Jalan yang akan di ambil apakah surga atau neraka?”

Wallahua’lam bis Showwab,

Ustadzah Ummu Yusuf

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *