SubhanAllah walhamdulillah sungguh sahabatku tiada aktivitas terbaik, termulia dan terindah dalam hidup ini selain AMAL DA’WAH :

1. Allah pun berda’wah mengajak kita untuk masuk meni’mati SyurgaNya.

“Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam)”.
(QS Yunus 25).

2. “Ilhaamul muqorrobiin” para Malaikat yg mulia selalu membisikkan kebaikan.

3. Amal Utama hingga diutusnya para Rasul (QS Al Jumuah 2).

4. Ulama istiqomah meraih kemuliaan karena “waratsatul Anbiya” melanjutkan da’wah para Rasul.

“Para ulama adalah pewaris para nabi. Para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham (harta). Mereka hanyalah mewariskan ilmu. Barang siapa yg mengambilnya sungguh dia telah mengambil bagian yg banyak (menguntungkan)” 
(HR Ahmad, At-Tirmidzi dan Abu Dawud).

5. “Khidmatul ulama” melayani ulama adalah juga berda’wah, sebab hidayah Allah dan tidak berpisah kelak di Syurga dg ulama yg ia cintai.

6. “Wasiilatud da’wah” perantara, pembuka jalan da’wah tak ubahnya seperti juru da’wah. 
Rumahnya digunakan untuk majlis Ilmu, MedIa Sosial menjadi media da’wah dsb.

7. Sungguh semua kita adalah juru da’wah dg segala potensi apapun yg Allah amanah untuk kita, bisa dg tulisan, kedermawanan, kedudukan dan apapun menjadi alat da’wah bagi hamba yg beriman (QS An Nahl 125).

So da’wah bukanlah profesi, atau tarifan yg akan menghilang nilai, cinta, keteladanan dan ruh da’wah mulia itu. Da’wah bukanlah hanya hak ustadz, sungguh semua kita juru da’wah dg semua amanah Allah tanpa merasa diri paling suci, dan da’wah tidak mesti di mimbar atau di mesjid tetapi dimana, kapan dan bagaimanapun. Dan da’wah tidak menunggu diundang. Dunia ini adalah majlis da’wah, sahabatku.

Allahumma ya Allah tetapkan hidup kami dalam keni’matan istiqomah dan kemuliaan da’wah…aamiin.

Muhammad arifin ilham, saudaramu yg mencintaimu krn Allah.

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *