Di pertemanan ini, banyak bersliweran postingan kurang bermanfaat, pamer dan protes sambil marah-marah.

Di situ saya hanya bisa mengerutkan dahi, biasanya saya unfollow, bisa juga unfriend tergantung seberapa besar kemumetannya.

Saya tidak berani berkomentar, kenal juga tidak, apalagi saling cakar, ceker dan cokor.

Kepada sahabat-sahabat yang berbeda pandangan saja jarang berkomentar, saya lebih memilih menjaga perasaan mereka.

Apalagi kepada mereka yang tidak punya ikatan emosional bahkan tidak pernah bertemu sama sekali.

Maka untuk apa juga ikut komentar di statusnya?!

Tapi dari situ saya belajar, karakter sebagian orang yang hobinya tukang protes, bisanya komentar doank.

Sedikit cerita, sewaktu kursus bahasa Inggris dan Perancis di LIA, ICLF, GIC dan lembaga asing kampus.

Umumnya para peserta kursus, takut maju, malu-malu, jarang bertanya, namun ketika ada temannya yang maju.

Tetiba sok jago, kritik sana sini, mudah menertawakan, mendadak jadi pengamat.

Silahkan saja anda bicara di hadapan teman-teman anda dengan bahasa Asing.

Maka bersiap-siaplah anda akan dihujani banyak catatan.

Padahal ketika orang Arab atau Bule yang mendengar kesalahan-kesalahan anda, mereka hepi-hepi aja.

Bahkan mereka juga salut dengan adanya orang-orang asing yang mau belajar bahasanya.

Karenanya, kalau sudah karakter memang susah dihilangkannya?!

Di medsos ini, karakter orang-orang yang sok hebat dan sok jago itu buanyak.

Padahal minim prestasi, entah apa yang sudah diberikan untuk negeri ini?!

Bisanya hanya menuntut, menuntut dan menuntut, dst.

Misal, melihat keadaan negeri ini carut marut, bisanya hanya marah-marah saja.

Jangankan orang lain, mungkin orang-orang terdekatnya habis itu dimarahi.

Cobalah kurangi beban negara ini yang sudah terlalu berat.

Jadilah putra dan putri terbaik bangsa, berprestasi di dibidangnya masing-masing.

Kira-kira apa keunggulan anda, hingga menjadi matang.

Alangkah ruginya, jika umur sudah mau 40 tahun atau ada yang sudah lewat, namun pemikirannya belum matang-matang juga.

Saya malah salut, kepada para pemuda dan pemudi harapan bangsa yang kini berjuang dengan pendidikan dan kehidupannya.

Mereka juga bisa melanglangbuana ke pelbagai negara dengan keilmuannya dan mengharumkan agama, bangsa dan negara. Dengan izin Allah Ta’ala.

Meski sebagian dikecewakan, mereka tetap mengabdi tanpa banyak komentar apalagi naik tensi.

Kenapa demikian?

Karena mereka sangat mencintai negerinya.

Mereka juga terus berjuang dengan membangun negerinya tanpa larut dalam hingar bingar dunia medsos.

Jadilah pakar di bidangnya, yang kelak dibutuhkan sesama.

Negeri ini butuh solusi, bukan teriakan dan berbagai keluhan anda.

Berhentilah mengeluhkan keadaan, kawans.

Barakallah fikum 🙏🙏

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *