Abu Dawud meriwayatkan dari dari Isa bin Hamzah bahwa ia menceritakan: Saya pernah menemui Abdullah bin Ukaim. Kala itu ia sedang demam. Aku berkata, “Kenapa tidak engkau kalungkan saja jimat?” Beliau berkata, “Na’udzu billah min dzalik. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda: 
“Barangsiapa yang mengalungkan jimat, maka ia akan disandarkan kepada jimat tersebut..”

Maka sebaiknya kepercayaan seperti itu kita kikis pelan-pelan, tetapi dengan sebuah kepastian. Sayangnya, meski masyarakat kita sudah maju, namun media massa seperti televisi bahkan film masih saja menayangkan hal-hal yang tidak masuk akal itu.

Maka ada kewajiban khusus buat kita yang sadar dan mengerti untuk berbuat sesuatu yang nyata. Sebab kita sadar betapa mengerikannya peran media massa dalam menyebarkan kebodohan dan syirik ini. Setidaknya kita harus memiliki peran tersendiri untuk bersama-sama mengakhiri semua praktek yang tidak pantas dalam agama ini.

Orang-orang tua kita perlu diajak berpikir yang lebih sehat secara aqidah. Jangan biarkan terus mereka berada dalam kegelapan yang abadi. Sebab kalau mereka nanti wafat dengan masih punya keyakinan yang salah seperti itu, mereka akan mendapatkan kesulitan di alam kubur dan di yaumil hisab.

Namun cara untuk menyampaikannya tentu tetap harus elegan, tidak asal vonis, apalagi sampai harus mengejek dan menjelekkan. Bahasa harus tetap santun, pendekatan harus tetap enak, tidak perlu menggurui dan berlagak seperti orang yang paling pintar sendiri.

Wallahu a’lam bishshawab,

Ustadz Ahmad Sarwat, Lc., MA

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *