Bagaimana kita mengoreksi cara berpikir seperti ini?

Pertama, tidak salah kalau kita harus meminta keselamatan agar gedung atau bangunan yang sedang dibangun itu mendapatkan perlindungan. Sebagai makhluk yang lemah, dalam pandangan kita memang banyak hal-hal yang tidak masuk logika akal manusia biasa yang bisa terjadi.

Maka tidak salah kalau kita berdoa dan meminta keselamatan atas kerja dan proyek yang kita lakukan. Karena pasti ada faktor x yang penting dan luput dari urusan perhitungan manusiawi.

Kedua, rasanya kita sepakat bahwa yang namanya minta keselamatan itu bukan kepada jin Tomang atau setan gundul atau genderuwo, atau apalah yang sejenisnya.

Sebagai muslim, kita hanya boleh meminta keselamatan dari Allah SWT, sebagai Tuhan yang Maha Pencipta dan Maha Memelihara.

Dan bila kita sepakat bahwa meminta keselamatan hanya boleh kepada Allah SWT, maka haram hukumnya kalau kita minta keselamata kepada makhluknya, baik makhluk halus atau pun makhluk kasar.

Sayangnya, justru pada poin kedua inilah kita sebagai umat Islam sering diuji. Betapa banyak orang yang mengaku Islam, tapi sistem logika tauhidnya agak melenceng dari garis utama. Sebab masih saja ada orang yang mengaku sebagai muslim, namun dia malah menyembah makhluk-makhluk-Nya.

Masih banyak kalangan yang mengaku bertuhan kepada Allah, tetapi pada saat yang sama, dia juga menyembah tuhan-tuhan yang lain. Sementara dia shalat 5 waktu mengerjakan perintah Allah, di saat yang sama dia juga melakukan ritual yang diajarkan oleh tuhan lainnya.

Dan sikap ini adalah ambigu serta membuat Allah SWT marah besar. Sikap inilah yang kemudian dikatakan sebagai mempersekutukan Allah. Atau dalam kata lain disebut dengan menduakan Allah. Dan dalam bahasa Arab disebut dengan istilah: Syirik.

Sebagai muslim, kita diharamkan menduakan Allah dalam segala ajaran-Nya.

Wallahu a’lam bishshawab,

Ustadz Ahmad Sarwat, Lc., MA

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *