Keterangan yang kita dapati dari beberapa riwayat menunjukkan bahwa jin itu seperti manusia, yaitu bisa meniggal juga. Untuk diketahui bahwa jin itu berbeda dengan iblis yang secara khusus telah diberikan ajal sampai kiamat kubra tiba.

Ketika Allah SWT mengutuk iblis lantaran tidak taat kepada-Nya untuk bersujud kepada Nabi Adam as, iblis pun masih bermohon untuk ditangguhkan masa hidupnya hingga akhir zaman. Permintaan terakhir itu pun dikabulkan Allah SWT.

Iblis menjawab, “Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan.” Allah berfirman, “Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh.” (QS Al-A’raf: 14-15)

Sedangkan jin itu adalah jenis makhluk halus. Seperti manusia juga, mereka hidup berkelompok-kelompok, bersuku-suku dan berbangsa-bangsa. Mereka terdiri dari laki-laki dan perempuan. Mereka saling menikah, beranak, tumbuh dewasa hingga besar dan mereka pun masing-masing akan mengalami kematian. Meski ukuran usianya sedikit berbeda dengan ukuran usia umumnya manusia biasa.

Dikeluarkan oleh Ibnu Jarir dari Wahb bin Munabbih bahwa ia ditanya tentang jin, “Apakah jin itu makan, minum, mati dan menikah?” Dijawab, “Mereka bermacam-macam. ada yang tidak makan, minum, mati dan beranak, mereka adalah jin asli (kholisul jin). Ada lagi jenis yang bisa makan, minum, mati dan menikah.”

Keterangan seperti ini bisa kita dalam dari apa yang ditulis oleh Syeikh Abds Salam Bali, dalam kitabnya yang fenomenal: Wiqoyatul Insan minal Jinni wasy-syaithan halaman 31.

Dan sebagaimana umat manusia, sebagian dari jin itu ada yang muslim dan sebagian lainnya ada yang kafir. Yang muslim pun belum tentu selalu muslim yang baik. Persis sebagaimana manusia, banyak yang muslim tapi bandel, tukang tipu, merampas harta orang lain, main hakim sendiri atau menindas rakyat.

Al-Quran Al-Kariem menyebutkan bahwa sebagian mereka termasuk jin baik dan sebagian lainnya termasuk jin jahat.

Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang saleh dan di antara kami ada yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda. (QS. Al-Jin: 11)

Wallahu a’lam bish-shawab,

Ustadz Ahmad Sarwat, Lc., MA

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *