Jangan merasa diri kita “Baik” walaupun kita shalat lima waktu sehari semalam serta tepat pada waktunya.

Jangan merasa diri kita “Baik” walaupun kita setiap hari bersedekah.

Jangan merasa diri kita “Baik” walaupun kita sudah pakai jubah, bersorban, berhijab menutup aurat dengan sempurna.

Jangan merasa diri kita “Baik” walaupun setiap malam kita melakukan dhuha, tahajjud , ke mesjid dan amalan sunat lain.

Jangan merasa diri kita “Baik” walaupun setiap saat kita update status motivasi dakwah.

Jangan merasa diri kita “Baik” walaupun setiap saat kita menolong orang lain.

‎فلا تُزٓكُّوْا آنْفُسٓكُمْ هُوٓ آعْلٓمُ بِمٓنْ اتّٓقٓى

“Janganlah kalian merasa paling suci karena Allah-lah yang lebih mengetahui siapa yang benar-benar bertaqwa”

(QS An Najm 32)

Sitti Aisyah (ra) berkata “Siapakah orang yang buruk?” dijawab olehnya “yaitu orang yang merasa dirinya baik”. Beliau ditanya lagi “Siapakah orang yang baik?”, maka dijawab “yaitu orang yang merasa dirinya buruk”.

Karna itulah KESIBUKAN KEASYIKAN hamba beriman TENGGELAM dalam MUHASABAH DIRINYA.

K. H. Muhammad Arifin Ilham

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *