Di dunia ini, hampir tiada yang bisa memahamimu secara utuh selain ibumu…

Di saat semua orang meninggalkanmu, ibumu masih setia mendampingi..

Ibumu kurang suka pamer jasa, apalagi pamer doa atas segala kesuksesanmu..

Bahkan sekalipun engkau gagal, ia akan tetap membanggakanmu…

Ketika orang di sekitarmu membencimu, ia juga akan tetap tulus mencintaimu..

Sekalipun engkau menjahati, melukai, bahkan sampai tega membunuhnya..

Hatinya kan tetap hidup seraya berkata kepadamu,

“Nak, Hati-hati di jalan, jangan ceroboh… “

Ibumu paling tahu segala kebutuhanmu, meski engkau diam seribu bahasa..

Ibumu takkan begitu saja tetiba termehek-mehek di hadapanmu, karena ia tidak pandai berpura-pura..

Sungguh, tiada kebaikan lebih besar melainkan hadirnya seorang ibu disisimu..

Anas bin Malik, salah satu orang terdekat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengisahkan…

Dalam sejarah pendampingannya terhadap sang Nabi..

Ia belum pernah melihat tangisan sang Nabi, sedahsyat saat beliau berdiri di samping kuburan ibunya..

Kala itu, bumi basah dan menjadi saksi atas tangisan beliau yang membanjiri..

Maka saya selalu meyakini, setiap pencapaian yang berhasil diraih setiap insan..

Itu bukan semata karena usahanya sendiri, melainkan adanya doa-doa rahasia dari seorang ibu..

Siang malam, hari-harinya selalu dihiasi dengan perhatian kepadamu..

Ketika sang ibu berhenti berdoa, karena sakit keras atau telah tiada..

Maka andalah yang sekarang ganti mendoakannya..

Itulah pintu surgamu.

Guntara Nugraha Adiana Poetra, Lc., MA

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *