Kalau yang dicari seorang lelaki dari perempuan yang hendak dia jadikan istri hanyalah kecantikannya; duh, yang cantik itu tiap hari keluar edisi baru. Tak ada habisnya. Maka begitu dia menikah; cukuplah dia yakin, bahwa meski istrinya menua, jika shalihah adanya, maka kelak akan jadi 70.000 kali lipat lebih cantik daripada bidadari yang paling cantik. Iya. Di surga.

Sekarang? Di dunia? Anggap saja dia sedang menyamar untuk menguji kesejatian cinta kita.

Kalau menua itu niscaya, semoga Allah segerakan kita berjumpa dan berikatan dengan mitra yang akan menjadikan penuaan itu penuh makna dalam berbagi suka dan duka.

Memasuki tahun ke-15 pernikahan ini, saya jadi teringat seorang Kyai bersahaja di Yogyakarta yang suatu hari berbincang dengan istrinya.

“Tak terasa waktu begitu cepat berlalu”, ujar Bu Nyai. “Sebentar lagi anak kita menikah, kemudian kita punya cucu. Saat itu, kamu akan tidur dengan nenek-nenek lho”, tandasnya sambil manyun.

“Ya nanti kalau kita sudah punya cucu, kamu kuliah lagi ya Bu”, sahut Pak Kyai.

“Lha buat apa?”

“Ya biar aku tidurnya sama mahasiswi.”

oleh Salim A. Fillah dalam Inspirasi

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *