Setelah berupaya selama 23 tahun, akhirnya pasangan Aljazair ini dihadiahi buah hati bernama Fatimah.

Selama itu pula mereka tidak pernah berputus asa memohon kepada Allah Ta’ala.

Pelajaran disini,

Jika anda mampu, maka tahanlah sejenak memamerkan kehangatan bersama anak-anakmu.

Dalam pertemanan medsos ini, banyak orang yang nasibnya “kurang beruntung”

Semisal belum dikarunia anak setelah sekian lama menikah, gagal membina rumah tangga, “sulit jodoh”.

Ada juga yang kurang harmonis, haus perhatian, kurang kasih sayang dll.

Karenanya belajarlah berempati kepada mereka yang anda kenal maupun tidak kenal.

Mereka berteman denganmu di medsos ini.

Ganti saja pamer dan keromantisanmu, dengan mendoakan mereka dalam doa-doa rahasiamu.

Sebut nama mereka satu persatu, jika anda kenal.

“Ya Robb, si fulan, si alan, si A, B, C dll…

Berikanlah kesabaran kepada mereka, dan jadikanlah buah kesabaran mereka sebagai pahala yang besar”

“Ya Robb, berikanlah mereka keturunan”

Sekali lagi ini hanya soal kepekaan saja.

Jikapun anda masih keukeuh dengan kebiasaan anda memamerkan kebersamaan keluarga.

Ya silahkan saja, itu hak anda.

Namun ingat, ada sebuah kaidah dari Ibnu Khaldun, sosiolog muslim ternama.

“Kebebasan seseorang sejatinya terpenjara dengan kebebasan orang lain”

Artinya, dalam kehidupan sosial, anda tidak bisa bebas begitu saja.

Banyak hak-hak orang lain yang harus anda perhatikan dengan menjaga perasaan sesama.

Sekalipun anda tinggal di hutan dalam bersendirian.

Anda tidak bisa bebas berbuat dan berkata sesuka hati.

Tetap ada hak-hak penghuni hutan yang harus anda hormati.

Pelajaran lainnya,

Jangan dzalim kepada mereka.

Misal sebagai ortu, mertua, tidak semena-mena kepada anak, menantu.

Tidak pula kecewa, apalagi memandang sebelah mata, karena dianggap pembawa “sial”.

Bahkan di sebagian kasus, ada yang memaksa anaknya bercerai.

Alasannya klasik.

Belum memberi keturunan setelah sekian lama menikah.

Lebih dari itu, ada yang menggunakan cara kotor berupa sihir penuh cela untuk memisahkan suami isteri.

Masalah anak, masalah takdir.

Takdir itu kira-kiranya Tuhan, bukan kira-kiranya anda.

Maka jangan sampai ada yang tersakiti.

Kata Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,

“Kezaliman itu kegelapan di hari kiamat”

Terakhir,

Untuk tidak saling menyalahkan.

Guntara Nugraha Adiana Poetra

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *