Setan bisa mengganggu manusia dalam keadaan nyata sebagaimana dalam keadaan mimpi. Seperti misalnya ada yang mengatakan bahwa ia pernah melihat orang yang sudah meninggal namun masih muncul dalam kehidupan sehari-hari, maka ini merupakan bagian dari permainan setan untuk menyesatkan umat manusia.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah memaparkan contoh seperti di atas dalam kitabnya Al-Furqan Baina Auliya’ ar-Rahman wa Auliya’ Asy-Syaithan:
.
Ada seorang lelaki yang berkata kepada pembantunya, “Jika aku mati maka jangan panggil siapapun untuk memandikan jenazahku sesungguhnya aku akan datang untuk memandikan diriku sendiri.

Ketika lelaki itu mati, pembantunya melihat ada seseorang yang serupa dengan tuannya. Ia mengira bahwa itu benar-benar tuannya yang datang untuk memandikan jenazahnya sendiri sebagaimana telah diwasiatkan saat sebelum wafat. Setelah selesai, orang itu pun menghilang.
.
Siapakah kiranya yang memandikannya itu?
.
Itulah setan! Karena ketika hidupnya, lelaki itu disesatkan oleh setan yang berkata kepadanya, “Sesungguhnya engkau akan datang setelah mati untuk memandikan jenazahmu sendiri”.
.
Begitulah halusnya godaan setan, ia datang setelah kematian lelaki itu untuk menyesatkan orang yang masih hidup sebagaimana sebelumnya ia telah menyesatkan si mayit. (Lht. Al Furqan, hlm. 173)
.
Itulah pentingnya belajar akidah, sehingga jika ada yang bertentangan dengan syariat bisa dihindari dan tidak tersesat.

Wallahu A’lam.

Fitra Hudaiya NA

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *