Usianya masih belia, namun semangatnya melebihi usianya.

Tumbuh di lingkungan metropolis, yang katanya hedon, penuh gaya dan cerita.

Orangtuanya PNS di ibu kota, tentu bukan kalangan biasa pastinya.

Konon PNS ibu kota termasuk pegawai paling makmur dan sejahtera di tanah air.

Jika mau, mudah saja baginya memamerkan pesona dan aneka fasilitas.

Namun siapa sangka, keputusannya menjauh dari hingar bingar dan kemewahan.

Memilih al quran, sebagai cinta pertamanya, terus bersemai dalam hati.

Di usianya yang masih 20 an, ia selesaikan hafalan qurannya.

Suatu ketika ia ingin menikah, padahal belum selesai proses hafalannya.

Sontak membuat orangtuanya mengekerutkan dahi.

Umumnya para orang tua kawatir, bimbang, entah mau ngomong apa…

Jika sang anak hendak menikah, namun belum punya pekerjaan, usia dini dan lainnya.

Disinilah tolak ukur kecerdasan para orangtua..

Di balik keresahan, orangtuanya malah menghadiahi sebuah buku berjudul,

“Romantika kawin muda”

Bukan lantas orangtua marah-marah, melarang keras, apalagi memandang sebelah mata keinginan anaknya.

Alhasil, dalam hitungan bulan sang pemuda menikahi gadis pujaannya.

Jika si perempuan tidak keberatan, dan keluarga perempuan juga merestui.

Menikah muda bukan masalah, ia bahkan bisa menjadi solusi.

Seusai akad, ia pun melanjutkan hafalannya kembali sampai akhirnya selesai.

Kabar terakhir darinya,

Ia menargetkan membaca 30 juz sekali duduk dengan tanpa melihat mushaf.

Inilah cinta, jika alquran melamarmu.

Apa hendak engkau tolak?!

Guntara Nugraha Adiana Poetra

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *