Anakku sayang takutlah pada Allah dengan sungguh-sungguh taat kepada Allah dan RasulNya! Karena kunci bahagia dunia akhirat adalah TAAT, anakku.

SubhanAllah, rendahkan hatimu pada keluarga, para sahabat dan siapapun yang kamu jumpai. Ingat anakku KEMULIAANMU ada pada tawadhumu.

Sungguh hakikat tawadhu bukanlah penghormatan fansnya kepada tokoh terkenal itu, itu tawadhu wajar, tetapi hakikat tawadhu sebenarnya adalah tokoh terkenal menyayangi dengan bahasa santun kepada fansnya itu.

Popularitas itu bisa karunia tetapi juga bisa jadi fitnah. Seseorang terkenal itu karna Allah jua. Kalau ia gunakan popularitas untuk da’wah dengan kemuliaan akhlak dan keteladan, maka itu fadhilah dari Allah. Tetapi sebaliknya membuat dirinya besar, lebih dipentingkan dari yang lain apalagi merasa lebih mulia, maka itulah fitnah popularitas.

Abi sangat menyayangi karna Allah semua sahabat abi yang abi kenal atau yang abi tidak kenal. Tidak pernah putus abi mendoakan semua sahabat abi hatta di WA, FB dan Instgram.

Anakku sayang, bahasa itu rasa, bahasa tubuh juga rasa, apalagi sikap itu rasa. Rasakan bahasa sebelum berbahasa, apakah bahasaku akan menyakitkan atau tidak. Benarpun kalau tidak ada rasa akan salah.

Anakku sayang, sukses seseorang bukan karena kayanya, ilmunya, jabatannya atau popularitasnya tetapi krn KASIH SAYANGNYA, AKHLAKNYA, KETELADANNYA dan RENDAH HATINYA.

Anakku sayang, jalinlah shilaturrahm kepada siapapun apalagi orang yang lemah, orang susah apalagi pada keluarga. Kita tidak tahu siapa kelak di akhirat yang mengajak kita ke Syurga Allah. Sungguh nak, saat tangan abi dicium banyak jamaah, hati pun bergetar, “boleh jadi merekalah lebih mulia dari diri abi yg banyak dosa ini”.

Anakku sayang, perhatikan saat abi salaman, abi berusaha sepenuh hati menatap wajah jamaah yang salaman dengan abi, yang kaya apalagi yang miskin, karena abi takut ada kesombongan pada diri. Dan ini membuat Allah murka pada abi.

Tataplah semua sebagai hamba hamba Allah yang mulia
Tataplah semua sebagai umat Rasulullah tercinta
Tataplah semua dengan iman dan kasih sayang.

So tetaplah istiqomah tahajjud, tidak keluar rumah kecuali setelah baca Alqur’an, berjamaah di mesjid dimulai subuh, jaga wudhu, sholat dhuha, sedekah, zikir sholawat disetiap kesempatan, bersahabat akrab dengan sahabat sholeh, berguru pada ulama yang istiqomah, hadirilah majlis ilmu, sibukanlah diri dengan aktifitas da’wah dan muhasabah diri.

Jangan pernah merasa diri paling suci, anakku.

Maafkan abi, anakku yang kusayangi dunia akhirat karna Allah.

Semoga kita semua bersama umat nabi Muhammad dikumpulkan di akhirat dalam RIDHONYA dan SYURGANYA…aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *