Berwajah polos, tak banyak kepentingan.

Kepentingannya bagaimana agar ilmunya terus bertambah. Itu saja!

Kemana ia pergi, di situ ada kaitannya dengan ilmu.

Suatu ketika, ada seorang pemuda.

Baru saja menyelesaikan pendidikannya di Timur Tengah.

Hendak melanjut studinya di tanah air.

Namun masih bimbang, kemana ia hendak mendaftar.

Dalam perantauannya, ia pun memutuskan masuk ma’had.

Seraya merahasiakan identitasnya, ia hanya bilang.

Ingin belajar agama seraya menghafal quran di tempat barunya.

Semua ini ia lakukan semata-mata menunggu proses pendaftaran studinya.

Yaaa sambil mendayung, dua tiga pulau lah terlewati.

Alhasil ia pun diperkenankan masuk ma’had, belajar sebagaimana pelajar lainnya.

Tak satupun mengira, jika ia lulusan Timur Tengah yang pandai berbahasa Arab dan keilmuan lainnya.

Berlangsung sekian bulan, hafalannya pun bertambah.

Masuk di kisaran 20 juz an.

Suatu ketika, ia pun dipinta pihak ma’had untuk khutbah jumat.

Dari sinilah awal mulai tercium identitasnya.

Selesai khutbah, ada yang bertutur..

“Sepertinya antum ini bukan pelajar biasa, akhi”

Kisah menarik lainnya…

Dahulu ada ulama besar di Mekkah.

Namanya harum di seantero tanah haram.

Keilmuannya bak samudera…

Orang-orang umumnya mengenal 4 Mazhab besar dari imam yang mashur.

Imam Abu Hanifah, Malik, Syafie dan Ahmad.

Dan jika saja ada Mazhab setelahnya.

Maka beliau adalah imam setelahnya, hanya saja kurang populer.

Dalam perantauannya, di negeri jauh dari tanah haram.

Setiap kali ia ditanya, siapakah namamu?

“Abdullah”

Begitulah jawabannya.

Bukan nama sebenarnya, namun ia pun tidak berdusta.

Karena sejatinya semua manusia bernama “Abdullah”, yang artinya “hamba Allah”.

Kisah lainnya, ada seorang ulama di kalangan Tabi’in.

Namanya sangat harum di kalangan orang-orang soleh.

Namun setiap kali di kenali, maka ia pun pergi.

Begitu seterusnya, hingga tiada orang yang mengenalnya

Baginya hidup dalam ketidak tenaran lebih ia sukai dari selainnya.

Sampai matinya, ia pun tak diketahui banyak orang.

Bahkan sosok manusia paling utama di kalangan Tabi’in ini.

Sampai detik ini, tidak diketahui keberadaan kuburannya.

Seolah-olah, Allah Ta’ala sampaikan cita-citanya.

Hidup dan mati tidak dikenali manusia, dan itupun terwujud.

Pelajar sejati…

Merekalah yang terus menambah hafalan, quran, hadist, kaidah para ulama terkemuka nan robbani dari hasil buah pikir mereka.

Bukan saja menambah ilmu.

Namun banyak pula menambah istighfar dan selalu menyegarakan bertaubat.

Mereka sadar, bahwa hanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang terbebas dari cela.

Inilah kisah para pelajar sejati, yang kurang senang menjual identitasnya, apalagi mengejar popularitas.

Barakallah fikum. 🙏🙏

Guntara Nugraha Adiana Poetra

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *