Selama ada tempat bersujud, kesulitan sedahsyat dan kesedihan sehebat apapun, bukan penghalang untuk ringan berucap,

“Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Robb semesta alam”

Belajar dari Abu Qilabah radhiallahu ‘anhu, sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Dengan segala penderitaan dan kemalangannya, ia malah lantang mengucap,

“Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Robb semesta alam”

Karenanya sebagain orang bertutur, bahwa sahabat mulia tersebut, bagian kecil dari Nabi Ayyub ‘alaihi assalam.

Dalam tingkatan keimanan, para ulama justru menempatkan paling rendah bagi sesiapa saja yang diuji, kemudian ia bersabar.

Karenanya jika anda bersabar saat ditimpa musibah, keimanan anda berada di titik paling rendah menurut isyarat syeikh Al Utsaimin rahimahullah.

Para Nabi ‘alaihim assalam dan para orang saleh setelahnya, tidaklah mereka diuji melainkan mereka malah bersyukur kepada Robbnya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi assalam, sosok mulia, hidupnya dihiasi dengan ujian.

Hingga suatu ketika, beliau sampai pada satu keadaan.

Tidak tahu hendak kemana kakinya akan melangkah.

Dalam kondisi demikian beliau langsung mengangkat kedua tangannya seraya bermunajat.

“Yaa Robb, jika kepiluan ini terjadi bukan lantaran Engkau murka kepadaku, maka aku tidak pedulikan…

“Ya Robb, sesungguhnya ampunanMu yang luas lebih aku harapkan”

Dalam kisah lainnya,

Nabi Ayyub ‘alaihi assalam pernah berdoa yang doanya diabadikan dalam quran,

“Ya Robb, hamba ditimpa musibah yang berat,

Dalam ayat lainnya,

“Ya Robb, setan menggangguku dalam keletihan dan pesakitan,

Kemudian beliau menutup doanya dengan ungkapan rasa syukur.

” Yaa Robb, sesungguhnya Engkau paling Penyayang dari para penyayang”

Nuh ‘alaihi assalam, sosok Nabi yang selama hidupnya selalu diuji dengan kenakalan kaumnya.

Selama itu pula ia selalu bersyukur, karenanya para ulama menafsirkan,

Arti dari nama Nuh, ialah hamba yang senantiasa bersyukur sesuai isyarat di awal-awal surat Al Isra, “innahu kaana ‘abdan syakuura”.

Inilah secuil kisah dari para salaf, ujian mereka jauh lebih dahsyat, namun rasa syukur mereka jauh lebih besar dari pelbagai masalah yang menimpanya.

Jika saja seseorang mengetahui betapa beratnya timbangan kebaikan serta beragam keutamaan dari ucapan,

” Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Robb semesta alam”

Niscaya lidahnya akan selalu basah dari mengucapnya, siang malam hingga ajal menjemput.

FirmanNya,

ولقد نعلم أنك يضيق صدرك بما يقولون فسبح بحمد ربك وكن من الساجدين واعبد ربك حتى يأتيك اليقين.

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *