الأربعين مدة الضعفاء وأولي الأشغال

“40 hari (khatam quran) masa bagi orang-orang lemah dan yang super sibuk” (Al Qurthubi)

Pada hari kiamat, kelak manusia bercerai berai, suami berpisah dari pasangannya, orangtua dari anak-anaknya begitu seterusnya.

Kehangatan duniawi berubah seketika, seakan tiada ikatan kekeluargaan, tidak pula saling bertanya, malah ada yang saling hujat.

فإذا نفخ في الصور فلا أنساب بينهم يومئذ ولا يتسائلون

“Apabila sangkakala ditiup, maka tidak ada lagi pertalian keluarga diantara mereka pada hari itu (hari Kiamat), dan tidak (pula) mereka saling bertanya.” (QS. Al Mu’minuun: 101)

Kelak, semua manusia berlarian, satu sama lain.

Namun tidak dengan ahli quran, mereka teringat orangtuanya seraya mencari keduanya, berharap mahkota kehormatan penuh kebanggaan.

Kelak, semua manusia derajatnya sama,

Namun tidak dengan ahli quran, mereka sejajar dengan para malaikat yang penuh kemuliaan lagi baik.

Ahli quran, bukan semata mereka yang kejar tayang wisuda, apalagi puja dan puji manusia.

Terlalu murah jika alasannya karena dunia. Murah sekali!

Namun mereka yang berletih-letih, terus mengulang hafalan seraya memperbaiki bacaannya sekalipun tiada yang mengapresiasinya.

Dalam sebuah atsar,

لو طهرت قلوبنا لما شبعت من كلام الله

“Seandainya hati kita suci (bersih), pastilah takkan pernah kenyang dari (membaca) quran” (Utsman bin Affan)

Bagaimana dengan kita?

Guntara Nugraha Adiana Poetra

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *