Dalam syariah Islam, orang yang sudah terlanjur berjanji atau bersumpah, lalu karena satu dan lain hal, dia tidak mampu melaksanakan janji dan sumpahnya itu, maka dia wajib membayar denda (kaffarat). Sebagaimana yang telah didijelaskan di dalam Al-Quran Al-Kariem.

Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud, tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kaffarat sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah. Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur. (QS Al-Maidah: 89).

Jadi pilihan kaffarahnya ada tiga macam ditambah satu macam bila tidak sanggup, yaitu:

  1. Memberi makan sepuluh orang miskin
  2. Memberi pakaian kepada mereka
  3. Memerdekakan seorang budak
  4. Puasa selama tiga hari

Namun tidak ada salahnya sebelum seseorang mencabut kesetiaan kepada pemimpin yang telah dibai’atnya, perlu dipikirkan masak-masak dan dipertimbangkan dengan kepala dingin. Agar jangan sampai tindakan keluar dari jamaah itu malah memperparah hubungan persaudaraan kita dengan sesama muslim.

Dan kondisi di mana seseorang atau sebuah faksi di dalam sebuah jamaah menyempal dan membuat kelompok kecil adalah fenomena yang tidak terlalu bisa dibanggakan. Apalagi bila urusannya sekedar pergesekan (friksi) masalah kekuasaan di dalamnya serta pengaruh persaingan jabatan dan kepentingan. Tentu hal ini justru memalukan. Wajah umat Islam yang selama ini memang sudah agak tercoreng akan semakin tidak menarik lagi. Dan semakin banyak sempalan-sempalan yang menyempal lalu saling dorong, saling jegal dan saling menghabisi di antara mereka, bukanlah pemandangan yang indah.

Janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka. (QS Ar-Ruum: 31-32).

Sesungguhnya ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku. Kemudian mereka menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka. (QS Al-Mu’minun: 52-53).

Semoga Allah SWT menyatukan hati kita di dalam iman dan taat kepada-Nya dan menjadikan kasih sayang di antara kita sebagai ikatan yang terbaik.

Wallahu a`lam bishshowab.

Ustadz Ahmad Sarwat, Lc., MA

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *