Dien itu agama atau religon, namun berbeda pengertiannya dengan yang umumnya dipahami oleh orang tentang istilah agama. Sebagian orang mengatakan bahwa agama berasal dari dua kata, a = tidak dan gama = kacau. Jadi agama adalah sekedar tidak ada kekacauan.

Orang lain lagi membatasi agama hanya sebatas kepercayaan dan ritual-ritual penyembahan kepada tuhan. Tapi tidak mengatur masalah tata kehidupan yang lebih luas. Pemahaman ini lahir di barat akibat tekanan kalangan penguasa yang memanfaatkan tokoh agama untuk menindas, sehingga lahirlah paham sekulerisme. Sekulerisme adalah paham yang masih mengakui agama, tapi dengan wilayah yang terbatas.

Maka pengertian dien atau agama dalam konsep aqidah Islam tentu sangat jauh berbeda. Kita tetap menyebut Islam sebagai agama, tapi konsepnya bukan seperti orang sekuleris, melainkan agama dalam arti sebuah sistem yang mengatur seluruh aspek kehidupan.

Dan memang agama atau dien Islam itu bukan semata-mata terkungkung dalam wilayah penyembahan ritual manusia kepada tuhan, melainkan termasuk juga semua jenis peraturan dan undang-undang yang Allah ciptakan.

Jadi kalau anda simpulkan bahwa ruang lingkup dien itu luas, kesimpulan anda memang benar. Sebab dien Islam itu bukan hanya mencakup askep ibadah saja, tetapi semua aspek kehidupan, mulai dari bangun tidur hingga bangun tidur lagi. Mulai dari masuk WC sampai masuk istana.

Tetapi jangan salahkan ketika orang menyebut istilah “agama Islam.” Sebab terjemahan resmi kata dien memang agama. Akan tetapi pengertian agama dalam pandangan Islam tidak sama dengan cara pandang orang sekuler terhadap pengertian agama.

Wallahu a’lam bishshawab

Ustadz Ahmad Sarwat, Lc., MA

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *