Umumnya orang barat lahir di dalam sistem pendidikan yang sekuler serta sangat meremehkan agama. Bukan hanya agama Islam tetapi semua agama, termasuk agama Kristen. Dan salah satu buktinya adalah kekasihnya teman anda itu. Diaterang-terangan mengatakan bahwa dirinyatidak punya agama, tapi tetap percaya tuhan itu ada.

Kondisi mereka saat ini ibarat Nabi Ibrahim alaihissalam saat mencari tuhan. Mulanya bintang, lalu bulan sampai matahari, semua dianggapnya sebagai tuhan. Seandainya Allah SWT tidak mewahyukan dan menjelaskan diri-Nya, pastilah Nabi Ibrahim tidak akan pernah mengenal tuhan.

Dengan wahyu yang turun dari langit itulah kemudian Nabi Ibrahim menjalani hidupnya. Dan wahyu itu disebut dengan: agama!.

Maka orang eropa yang tidak mau beragama, boleh jadi mereka memang tidak mengenal tuhan dengan benar. Bahkan konsep bahwa tuhan itu bisa bicara dan menurunkan wahyu, tidak ada dalam kepala mereka. Sehingga kepala mereka kosong dari format agama.

Kita bisa membagi dua jenis orang eropa atau orang barat. Pertama, mereka yang tidak menerima konsep adanya agama. Kedua, mereka yang menerima konsep agama tapi belum bisa menetapkan agama mana yang benar. Sedangkan mereka yang tidak menerima konsep adanya tuhan sebenarnya sangat sedikit.

Seandainya kekasih teman anda itu termasuk kelompok yang pertama, mungkin penyelesaiannya agak rumit. Sebab dia tidak menerima konsep tuhan menurunkan wahyu dan agama. Percuma kita menyebutkan berbagai macam teori dan argumentasi tentang kebenaran agama Islam, padahal dia sama sekali tidak pernah menerima konsep adanya agama.

Tetapi kalau dia termasuk kelompok yang kedua, yakni menerima konsep tuhan yang menurunkan wahyu dan agama, permasalahannya sedikit lebih mudah. Meski bukan berarti mudah.

Kedudukan mereka mirip dengan para ahli kitab (yahudi dan nasrani) di zaman nabi Muhammad SAW. Mereka sudah beriman kepada Allah dan para nabi serta kitab suci, tinggal meyakinkan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah juga seorang nabi dengan kitab suci. Dan untuk itu, begitu banyak fakta dan data yang bisa kita ungkap tentang kebenaran risalah Muhammad SAW.

Wallahu a’lam bishshawab,

Ustadz Ahmad Sarwat, Lc., MA

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *