Islam adalah agama yang menghargai dan memelihara akal manusia. Di luar Islam, manusia tidak menghargai akalnya.

A. Inkonsistensi Ilmu dan Kenyataan.

Di zaman kemajuan ini malah terjadi hal yang tidak logis. Ilmu berada di satu kutub dan kenyataan berada di kutub lain. Misalnya, ilmu mengatakan, khamar itu berbahaya dan merusak, tetapi kenyataannya semua negara membolehkannya. Ilmu menyatakan bahwa rokok merusak, tetapi kenyataan menunjukkan seluruh dunia menggalakkannya.

Ilmu membuktikan bahwa perzinahan dapat merusak sex dan keturunan, tetapi dunia malah menghalalkanmnya. Dan ilmu membuktikan bahwa wanita berbeda dengan pria, tetapi para feminis malah menjadikannya sama dengan kaum lelaki.

B. Issue dan Gosip

Di kehidupan di luar Islam adalah kebohongan yang tersebar tanpa batas. Baik di majalah, surat kabar, radio dan televisi. Desas-desus dan gosip merajalela tanpa kontrol. Mereka tahu bahwa itu gossip tetapi mereka suka. Hingga mata acara yang paling favorit di TV kita adalah gossip bintang dan selebritis. Dan tabloid yang paling tinggi tirasnya juga yang berthema serupa.

C. Manipulasi

Di luar Islam sudah menjadi hal lumrah manipulasi bukti untuk membenarkan tindakan kriminal. Politik menjadi piranti dusta dan penipuan. Mark-up biaya suatu proyek sudah membudaya karena semua pihak ikut kecipratan. Untuk mendukung semua kebejatan tersebut digunakanlah berbagai disiplin ilmu yang dimanipulir.

Wallahu a’lam bishshawab,

Ustadz Ahmad Sarwat, Lc., MA

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *