Ulama Syafiiyah berpendapat bahwa bercelak hukumnya adalah sunnah, baik bagi laki-laki maupun perempuan. Selain itu, bercelak memiliki manfaat untuk kesehatan mata. Berdasarkan beberapa riwayat, berikut beberapa manfaat bercelak dalam Islam.

Pertama, menumbuhkan bulu mata dan menguatkan pandangan mata. Ini berdasarkan riawayat dari Sayidina Utsman, sebagaimana disebutkan oleh Imam Al-Baghawi berikut;

عليكم بالكحل ، فإنه ينبت الشعر ويشد العين

Bercelaklah kalian, karena itu dapat menumbuhkan bulu mata dan menguatkan mata.

Kedua, menjernihkan pandangan mata. Ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Muslim dari Abdullah bin Abbas, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda;

اكْتَحِلُوا بِالإِثْمِدِ فَإِنَّهُ يَجْلُو البَصَرَ وينبت الشعر

Bercelaklah kalian dengan itsmid, karena  hal itu dapat menjernihkan pandangan mata dan menumbuhkan bulu mata.

Ketiga, menghilangkan kotoran dari mata sehingga mata menjadi bersih. Ini berdasarkan riawayat dari Sayidina Utsman, sebagaimana disebutkan oleh Abu ‘Ashim dan Al-Thabari berikut;

عليكم بالإثمد فإنه منبتة للشعر مذهبة للقذى مصفاة للبصر

Bercelaklah menggunakan itsmid, karena dapat menumbuhkan bulu, menghilangkan kotoran, dan menjernihkan penglihatan.

Oleh karena itu, karena beberapa manfaat yang bisa didapat dari aktifitas bercelak, di dalam banyak riwayat disebutkan bahwa Nabi Saw sering bercelak, terutama setiap hendak menjelang tidur. Ini salah satunya disebutkan dalam hadis riwayat Imam Ahmad, dari Abdullah bin Abbas, dia berkata;

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَكْتَحِلُ بِالْإِثْمِدِ كُلَّ لَيْلَةٍ قَبْلَ أَنْ يَنَامَ وَكَانَ يَكْتَحِلُ فِي كُلِّ عَيْنٍ ثَلَاثَةَ أَمْيَالٍ

Sesungguhnya Nabi  Saw bercelak dengan istmid (batu hitam yang biasa digunakan untuk bercelak), setiap malam tetkala menjelang tidur, dan beliau bercelak tiga kali pada setiap matanya.

Bahan yang dijadikan alat bercelak sebaiknya menggunakan batu itsmid, sebagaimana disebutkan dalam beberapa dalam hadis di atas. Namun jika tidak ada batu itsmid, maka bahan celak lainnya juga tidak masalah. Batu itsmid hanya merupakan bahan celak terbaik di zaman Nabi Saw, dan bukan satu-satunya bahan celak yang mesti digunakan. Selain batu itsmid, juga boleh digunakan untuk dijadikan bahan celak. Ini sebagaimana diisyaratkan dalam hadis riwayat Imam Tirmidzi dari Abdullah bin Abbas, dia berkata;

أن خير أكحالكم الإثمد

Sesungguhnya paling bagusnya celak kalian adalah batu itsmid.

Oleh : Moh Juriyanto

Sumber : bincangsyariah.com

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *