Ikhlas adalah sebuah kata yang mudah diucapkan namun tidak mudah dilaksanakan. Banyak nasehat supaya kita selalu beribadah dan  bekerja dengan ikhlas agar hidup lebih tenang dan bahagia. Namun ternyata tidaklah mudah beribadah dan bekerja dengan benar-benar ikhlas. Seperti apakah ikhlas yang sebenarnya itu?

Al Harawi berkata bahwa ikhlas itu membersihkan amalan dari semua campuran. Dalam kitab Madarijul Salikin, Ibnu Qayyim memberikan penjelasan bahwa maksudnya adalah jangan sampai amalannya tercampur dengan campuran tendensi diri, baik itu menghias-hias diri pada hati makhluk, meminta pujian dan lari dari celaan mereka. Maksud dari ikhlas tersebut senada juga dengan yang disebutkan dalam kitab Tanbihul Mughtarrin. Yahya Ibn Mu’adz mengatakan bahwa ikhlas itu seperti bayi, tidak peduli siapa yang memuji atau mencelanya.

Dari berbagai pernyataan ikhlas yang banyak dimuat dalam kitab-kitab dahulu, ada sebuah pembahasan ikhlas yang sangat menarik dalam dialog Rasulullah dan malaikat Jibril. Sebuah hadis dalam kitab al Risalah al Qusyairiyah karya Abu al Qasim al Qusyairiyah menceritakan:

قال النبي صلى الله عليه وسلم سألت جبريل عن الإخلاص ما هو فقال جبريل عليه السلام  سألت رب العزة عن الإخلاص  ما هو فقال رب العزة الإخلاص سر من سري أودعته قلب من أحببت من عبادي.

Nabi bertanya kepada Jibril tentang makna ikhlas. Apakah ikhlals itu? Jibril menjawab “aku telah menanyakan hal itu kepada Tuhan, dan Dia menjawab: itu merupakan salah satu rahasia-Ku yang aku tempatkan di hati hamba-hamba-Ku yang aku cintai” (HR Muslim)

Makna ikhlas yang didapat oleh malaikat Jibril langusng dari Allah adalah sesuatu yang sengaja disembunyikan oleh Allah, yang hanya Allah tempatkan di hati orang-orang yang dicinta-Nya. Orang yang dicintai oleh Allah  tentu  akan selalu dalam tuntunan-Nya. Allah Arahkan dia dalam kebaikan. Allah tidak ridha langkahnya menuju hal yang dibenci Allah. Allah tidak Ridha matanya melihat apa yang dibenci oleh Allah. Allah tidak Ridha pendengarannya mendengar apa yang dibenci Allah. Dia akan dibimbing oleh Allah untuk mudah sadar dan kembali kepada-Nya dengan bertobat.

Tak salah jika banyak orang yang mengtakan ikhlas itu rahasia antara Allah dan hamba-Nya. Meski Allah tidak menyebutkan secara langusng bagaimana indikasi ikhlas itu, kita bisa mencaritahu bagaimana ciri-ciri hamba yang dicintai oleh-Nya. orang yang dicintai Allah adalah yang mencintai Allah di atas segalanya. Sebab itulah tiada guna lagi pujian dan celaan orang lain, sebab yang nyata hanyalah Allah.

Oleh : Silmi Adawiya

Sumber : bincangsyariah.com

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *