Siapa yang tidak mendambakan kota suci Makkah dan Madinah, kalian semua pasti sangat menginginkan untuk berkunjung bukan? Ini baik untuk melaksanakan ibadah haji atau pun umrah, atau hanya sekedar berwisata.

Kalau kita menarik ke belakang, sebelum Islam berkembang, kota tersebut bernama Yatsrib. Namun belakangan, Nabi mengubahnya menjadi Madinah, yang artinya tempat berperadaban.

Dibanding dengan kota-kota yang lainnya, Madinah mempunyai beberapa keistimewaan, menurut kitab syarah Al-qasthalani karya syekh Musthafa Muhammad Imarah, antara lain sebagai berikut:

Pertama, Kota yang dimuliakan sebagaimana Allah Swt. memuliakan Kota Makkah dengan menjadikannya kota haram, sebagaimana yang disebutkan dalam Alquran, Rasulullah pun menjadikan Madinah sebagai kota haram nan suci, sebagaimana yang termaktub dalam hadisnya:

ان ابراهيم حرم مكة واني حرمت المدينة

“Sesungguhnya Nabi Ibrahim telah menjadikan (kota) Makkah kota haram, dan sesungguhnya aku menjadikan Madinah sebagai kota haram” (HR. Muslim).

Kedua, terdapat tetesan surgawi. Kota Madinah merupakan kota dimana Rasulullah memilih menetap untuk tinggal dan dimakamkannya. Di kota itu pula Rasulullah membangun Masjid Nabawi sebagai salah satu masjid yang sangat istimewa sepanjang sejarah. Hal tersebut sebagaimana yang dijelaskan beliau melalui sabdanya:

“Satu salat di masjidku ini (Nabawi), akan dilipatkan pahalanya sampai seribu kali dibandingkan salat di Masjid lain” (HR. Ahmad).

Di tempat antara makam beliau dan masjid tersebut terdapat pertamanan surga atau yang biasa disebut dengan raudah..Tempat ini area istimewa yang barang siapa berdoa di tempat tersebut pasti akan dikabulkan oleh Allah Swt.

Tempat tersebut terdapat di sekitar mimbar yang biasa digunakan oleh Rasulullah untuk berkhotbah. Rasulullah Saw. bersabda:

ما بين بيتي و منبري روضة من رياض الجنة

“Di antara rumahku dan mimbarku terdapat pertamanan dari pertamanan-pertamanan surga” (HR. Bukhari Muslim).

Ketiga, aman dari fitnah dajal. Adalah makhluk Allah dari anak keturunan Nabi Adam (menurut sebuah riwayat) yang dikenal sangat jahat, diutus untuk menguji manusia ketika akan tiba hari kiamat. Tidak dapat diketahui secara pasti kapan makhluk tersebut turun, karena turunnya dajal berkaitan dengan datangnya hari kiamat, sedangkan tidak ada yang mengetahui kapan datangnya hari kiamat kecuali Allah Swt.

Di seluruh penjuru Ddsa maupun kota tidak akan lepas dari fitnah dajal. Demikian itu untuk menguji kualitas iman manusia yang masih hidup pada waktu itu. Tidak akan ada yang mampu mengalahkannya kecuali Nabi Isa As.

Tapi berbeda dengan kota Madinah, Allah Swt. Telah memuliakannya dengan mengirimkan pasukan yang berupa Malaikat guna untuk melindungi kota tersebut, sebagaimana diceritakan oleh beliau:

علي انقاب المدينة ملائكة لا يدخلها الطاعون ولا الدجال

“Di setiap batas kota Madinah terdapat para Malaikat, kota Madinah tidak dapat dimasuki penyakit lepra dan tidak pula Dajal” (HR. Bukhari Muslim).

Oleh : Abdul Muid

Sumber : bincangsyariah.com

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *